Saya terseyum - senyum membaca komentar teman-teman di group fb
hari ini tentang making a good atmosphere in the class yang intinya meminta
solusi supaya kelas gak terlalu ribut. Ada yang komen nya lebay sampai yang
super simple. Ada yang pengetikannya salah sampai yang grammarnya awut-awutan.
Tapi yang sebenarnya membuat saya geli bukan itu semua. Yang lucu adalah
comment-comment yg paling serius justru dari mereka yang biang ribut di kelas.
Melihat itu semua,
saya jadi terpikir untuk menulis tentang masalah ini. Saya juga seringkali
merasa kesal setiap ada yang ribut sementara saya sedang serius-seriusnya
memperhatikan pelajaran. Bukannya saya tak pernah membuat keributan juga tapi
alhamdulillah itu sangat jarang terjadi.
Di dalam
penerimaan pembelajaran memang dibutuhkan konsentrasi yang tinggi. Tapi memang saya
akui terlalu berat untuk bisa berkonsentrasi sepenuhnya dari awal hingga akhir
pelajaran. Di samping itu juga ada faktor kejenuhan dari siswa, apalagi kalau
pelajaran itu tidak di sukainya (inilah faktor dominan yang menyebabkan kelas
menjadi ribut). Tapi solusinya sebenarnya gampang. Mari kita gunakan penalaran.
Konsentrasi atau fokus adalah kondisi di mana pikiran kita hanya tertuju pada
satu hal. Masalahnya kita tidak bisa selalu berada dalam kondisi itu. Lantas
bagaimana supaya tidak berlanjut menjadi keributan ?
Ada baiknya kita
menerapkan metode "Sangkar Burung" Aa Gym. Beliau menjelaskan bahwa
ketika pikiran kita mulai bercabang ke hal lain, kita harus
berhenti seketika itu juga dan kembali kepada permasalahan awal. Pikiran kita
harus seperti seekor burung yang ada di dalam sangkar tertutup. jika Ia mencoba
untuk terbang keluar, sangkar akan menghalanginya sehingga ia kembali ke tempatnya
semula. Hal itu harus terus menerus dilakukan karena pikiran kita tertuju pada
hal lain bukan cuma sekali. Ketika mulai memikirkan hal lain, kembalikan
pikiran kita. Ketika mulai tidak konsentrasi, kembalikan lagi. Begitu
seterusnya.Nah, hal yang seperti inilah yang kita sebut "kesadaran
diri".
Lalu, mengapa
pikiran kita bisa bercabang ? Hal itu tergantung pribadi masing-masing siswa.
Beban pemikiran masing-masing siswa tentu berbeda. Siswa yang sudah memiliki
pacar tentu akan lebih berpotensi untuk kehilangan konsentrasi dibanding yg
masih jomblo. Begitupun siswa yang sangat aktif berorganisasi, siswa yang
tinggal jauh dari orang tua, siswa yang terlalu sering social networking, dan
sebagainya. Untuk mengatasi itu semua, tentu kembali kepada tujuan kita
masing-masing. Jika tujuan kita ke sekolah murni untuk mencari ilmu pengetahuan
yang berguna untuk masa depan kita, tentu tidak akan sulit bagi kita untuk
berkonsentrasi. Bukan sekolah hanya untuk sekedar mendapat nilai yang bagus dan
bisa lulus ujian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar